Gowa, Ahad, 24 Mei 2026 — Kegiatan Tahfidz Camp 2026 MA Arifah Gowa resmi ditutup oleh Kepala MA Arifah Gowa, Ridzan Djafri, S.Ag., M.Si., pada Ahad (24/05). Setelah berlangsung selama tiga hari penuh, kegiatan ini sukses meninggalkan banyak cerita seru, pengalaman berkesan, sekaligus capaian hafalan yang bikin bangga.
Selama pelaksanaan Tahfidz Camp, para peserta menjalani aktivitas yang padat. Mulai dari qiyamul lail, murojaah, setoran hafalan, hingga kegiatan pembinaan bersama para pembina tahfidz. Meski jadwal cukup padat, semangat peserta tetap luar biasa dari awal sampai penutupan.
Kabar baiknya, kegiatan tahun ini bisa dibilang sangat berhasil. Hampir seluruh peserta berhasil mencapai target yang diberikan, yaitu minimal hafalan atau capaian setara 2 halaman selama mengikuti Tahfidz Camp.
Peserta putra memperlihatkan perkembangan yang membanggakan. Ada peserta yang menambah hafalan baru 2 halaman sesuai target, ada yang fokus murojaah beberapa halaman, bahkan ada yang sedang menyelesaikan target juz pertamanya. Sementara di kelompok putri, progres hafalan juga keren. Beberapa peserta bahkan berhasil melampaui target dengan capaian hingga 8 halaman dan 11 halaman lebih selama kegiatan berlangsung.
Kesuksesan ini tentu tidak lepas dari pendampingan para pembina tahfidz yang setia membersamai peserta selama kegiatan. Pembina putra terdiri dari Ustadz Rahman, Ustadz Waul, dan Ustadz Budiman, sedangkan peserta putri didampingi oleh Ustadzah Iffah dan Ustadzah Dilla.
Dalam sambutannya saat menutup kegiatan, Kepala MA Arifah Gowa, Ridzan Djafri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pembina yang telah berjuang selama kegiatan.
“Yang paling penting bukan cuma berapa halaman yang berhasil dihafal, tapi bagaimana Al-Qur’an menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Semoga semangat selama Tahfidz Camp ini tidak berhenti hari ini saja,” ungkap beliau.
Suasana penutupan juga terasa hangat dan penuh kebersamaan. Ada rasa bahagia karena target tercapai, tetapi juga ada rasa haru karena kebersamaan selama tiga hari harus berakhir.
Tahfidz Camp 2026 akhirnya resmi ditutup, namun semangat menghafal Al-Qur’an diharapkan tetap berlanjut. Karena di MA Arifah Gowa, menjadi generasi Kompetitif, Religius, dan Nasionalis bukan sekadar slogan, tapi budaya yang terus dibangun bersama.







